Sejumlah Virus Berbahaya Selain Corona

Virus Corona belakangan ini menggemparkan dunia, tepatnya dimulai sejak akhir tahun 2019. Virus ini menyebar dengan sangat cepat dan menjadi perhatian seluruh masyarakat di dunia. Karena hingga sekarang belum ditememukan vaksin dan obat untuk membunuh virus dan menyembuhkan pasien yang terinfeksi. Cirus adalah makhluk hidup parasit berbentuk mikroskopik yang tidak bisa dilihat dengan telanjang mata. Ia jauh lebih kecil lagi dibandingkan bakteri, virus pada umumnya tidak dapat berkembang biak di luar tubuh inangnya.

Terkadang serangga juga dapat membantu virus untuk bisa masuk kedalam tubuh inang. Virus tertyentu juga akan menumpang pada air liur serangga dan memasuki tubuh inang setelah adanya gigitan dari si serangga. dalam berbagai wabah penyakit yang diakibatkan oleh virus, serangga menjadi sebab penularan. Oleh karenanya penyakit yang disebabkan oleh virus dapat tersebar dengan cepat. Ternyata selain virus Corona yang sudah menjadi masalh kesehatan global masih terdapat banyak jenis cirus yang cukup mematikan hingga sekarang ini. Berikut ini adalah beberapa diantaranya.

3 Virus Mematikan di Dunia Selain Virus Corona

  • Virus Marburg

Virus Marburg menjadi bagian dari keluarga Filovirus yang ditandai oleh demam berdarah pada si pasien. Gejala lain selain demam adalah sakit kepala, sakit tenggorokan, mialgia, artiralgia, muntah dan juga diare. Pada tahun 1967, virus Marburg ditemukan sebagai penyebab penyakit oleh para peneliti di Marburg, Jerman, setelah adanya paparan monyet hijau endemik di Uganda.

Kelelawar juga dianggap menjadi penyebar dari berbagai virus, tetapi hipotesis ini belum dikonfirmasi secara resmi. Tingkat kematian yang disebabkan oleh viru Marburg yaitu mencapai 90 persen, orang yang terinfeksi biasanya meninggal dunia karena pendarahan pada saluran pencernaan dan juga kulit, syok, koagulasi intravaskular, serta kegagalan multi organ. Hingga sekarang ini belum ada terapi atau antivirus serta vaksi untuk mengatasi virus yang satu ini.

  • Virus Ebola

Virus Ebola menyeruak pada tahun 2014 hingga 2016 di Afrika Barat, ini menjadi wabah penyakit terbesar sejak ditemukannya virus pertama kali pada tahun 1976. Ada lebih dari 11.000 orang Afrika yang meninggal akibat Ebola, para ilmuan hingga kini belum mengetahui pasti dari mana asal virus Ebola ini, akan tetapi diyakini virus ini datang dan bersumber dari hewan. Berdasarkan sifat dari virus yang sama, kelelewar buah dipercaya sebagai sumber yang paling mungkin. Kelelawar yang membawa virus juga dapat menularkan virus ke hewan lain seperti pirmata dan menyebar ke populasi manusia.

Paparan dan penularan dari manusia ke manusia juga mungkin terjadi melalui kontak langsung dengan darah dan cairan tubuh yang terinfeksi. Gejala virus Ebola adalah demam, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, muntah, diare, ruam, gangguan pada fungsi ginjal dan hari serta pendarahan internal maupun eksternal. Belum ada pengobatan yang terbukti ambuh sebagai penawar virus Ebola, selain itu perawatan suportif seperti rehidrasi dengan cairan intravena serta pengobatan gejala spesifik sering digunakan untuk meningkatkan jumlah pasien bertahan hidup.

  • Hantavirus

Pada tahun 1993, wabah sindrom paru hantavirus terjadi di negara bagian New Mexico dan Arizona. Wabah ini disebabkan oleh paparan Hantavirus Sin Nombre yang mengebabkan penyakit-penyakit sepertiĀ  influenza yang diikuti oleh kegagalan pernapasan akut. Tikus rusa menjadi tempat inang dari virus ini, dengan paparannya yang dimunkinkan berkembang melalui inhalasi urin atau kotoran tikur rusa. Untuknya virus ini tidak menyebar melalui kontak langsung dari manusia ke manusia. Gejala awal infeksi virus ini adalah kelelahan, demam, nyeri otot terutama pada kelompok otot besar, batuk, dan sesak nafat juga menjadi gejala yang muncul sekitar 4 hingga 10 hari setelah terinfeksi.